Filsafat Gerilya

Filsafat Gerilya dicetuskan oleh Ir. Untung Rahardja, M.T.I

Hallo Guys!

Kembali dengan wejangan melalui filsafat yang menyenangkan. Cieee..
Pernah engga sih kita dengar kata gerilya?

Hmm.. Pasti pernah dong! Satu hal pasti yng diinget kalo dengar atau baca kata gerilya adalah perang. Hahaha.

But, kita engga mau ada kekerasan disini. Okay deh daripada menerka yang tak jelas, maka kita harus mengklarifikasinya.

Gerilya dalam wikipedia merupakan terjemahan dari bahasa Spanyol: guerrilla yang secara harafiah berarti perang kecil.

Dan secara definisi gerilya berarti merupakan salah satu strategi perang yang dikenal sangat luas.

Hmmm, perang.. strategi? Apa maksudnya yah? Baik kita simak baik-baik yah.

Dalam konteks pembelajaran, filsafat ini tidak mengajarkan peperangan atau kekerasan seperti sebagaimana arti dari gerilya tersebut. Strategi disini adalah dalam artian untuk mencerdaskan mahasiswa/i.

Seumpama di dalam bimbingan, Dosen memberikan tugas, namun tidak ada satupun mahasiswa yang melakukannya. Pada saat itulah filsafat gerilya harus berjalan. Artinya dosen tersebut harus mampu membisikkan (strategi/taktik) kepada mahasiswa tersebut untuk melakukan tugas. Dan ketika mahasiswa yang bersangkutan telah menjalankan strategi gerilya yang dibisikkan oleh si dosen, maka dosen tersebut harus langsung memberikan pujian sehingga mahasiswa puas akan pekerjaan/tugas yang dilakukan olehnya.

Gerilya dalam bimbingan ini merupakan strategi/taktik halus untuk memotivasi mahasiswa dalam melakukan tugasnya dengan baik. Dan cara yang lebih ampuh dibandingkan dengan sebuah tekanan.

Seperti halnya pada peperangan Amerika melawan Vietnam. Dimana, saat itu Amerika memiliki persenjataan yang bagus, sehingga Vietnam harus mencari persembunyian di hutan untuk menjauhi berbagai tekanan. Namun pada kenyataannya, oleh karena persenjataan Amerika sangat bagus, akhirnya Vietnam satu per satu menyerah lalu menghilang.

Jika diibaratkan oleh pernyataan diatas, maka yang berlaku dalam Gerilya bimbingan ini yaitu
gerilya yang bersifat halus. Artinya, di belakang dosen telah memberikan strategi/taktik kepada mahasiswa sehingga mahasiswa tersebut dapat termotivasi dan melakukan tugasnya dengan benar.

Nah, gimana filsafat gerilya ini?? Cukup bermanfaatkan? Resapi dan jalankan yuk! Pastinya gerilya ini bukan hanya dilakukan oleh Dosen pada Mahasiswanya. Tapi bisa juga dilakukan ke sesama teman. Agar saling membantu dan memotivasi 😀

 

<< Filsafat Aimi                                                                                              Filsafat Bunga Teratai >>

Leave a Reply